DETIKPERISTIWA.ID – Menjelang Libur Panjang Nataru 2026, Aktivist Conection Nilai Jakarta Belum Aman, Kinerja Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri Dipertanyakan.
Jakarta memasuki ambang libur panjang Natal dan Tahun Baru 2026 seperti langit yang tampak cerah tetapi menyimpan riak kegelisahan.
Di akar-akar kota, khususnya Jakarta Timur, deru balap liar dan pecahnya tawuran kembali mencuat, seolah menjadi alarm yang memekik di tengah kampanye “Jaga Jakarta Aman dan Tertib” yang sedang digencarkan Polda Metro Jaya. Senin (01/12/2025).
Maemun, Founder Aktivist Conection, angkat suara dengan nada yang tak lagi berputar-putar. Ia menilai kondisi keamanan ibu kota menjelang Nataru jauh dari kata stabil.
“Jakarta belum aman untuk dijadikan tujuan liburan, apalagi di momen padat seperti Nataru. Warga butuh jaminan nyata, bukan slogan yang terbang seperti brosur,” Ujar Maemun, suaranya seperti palu mengetuk meja yang tak ingin diabaikan.
Ia menilai bahwa rangkaian gangguan kamtibmas di Jakarta Timur menjadi bukti terang-benderang bahwa ekspektasi publik tidak bertemu dengan realitas di lapangan.
“Jika tawuran masih terjadi, jika balap liar masih melintasi jalanan kota seperti bayangan tanpa kendali, itu berarti sistem pengamanan tidak berjalan. Ini kegagalan yang tidak bisa disembunyikan,” Lanjutnya.
Dalam pernyataannya, Maemun menyoroti posisi Kapolda Metro Jaya sebagai pucuk komando strategis yang seharusnya mampu mengantisipasi dan menekan gangguan keamanan menjelang momentum besar seperti Nataru.
“Kapolda Metro Jaya memegang mandat besar. Ketika gangguan keamanan terus berulang, wajar jika publik mempertanyakan kepemimpinan strategisnya. Bahkan, jika perlu, sudah saatnya mempertimbangkan langkah mundur sebagai bentuk tanggung jawab moral,” Tegas Maemun.
Menurutnya, menjaga Jakarta aman bukan sekadar imbauan, tetapi tindakan konkret yang mampu dirasakan masyarakat, terutama di titik-titik rawan yang sering menjadi panggung kekacauan.
“Jakarta itu rumah besar. Dan rumah besar butuh penjaga yang sigap, bukan penjaga yang sibuk dengan slogan,” Tutup Maemun.
Menjelang libur panjang Nataru 2026, suara-suara kritis seperti dari Aktivist Conection kembali mengingatkan bahwa keamanan bukan hiasan konferensi pers, tetapi kenyataan yang harus hadir di setiap jalan, gang, dan sudut kota. (RED)




