oleh

Tawuran Antar Pelajar di Tangerang, Satu Pelajar Meregang Nyawa Akibat Luka Bacok.

 

Jakarta, detikperistiwa.id-Seorang pelajar di Tangerang Selatan bernama Ahmad Fauzan harus meregang nyawa, akibat luka bacok yang dideritanya.
Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol M. Iqbal mengatakan, Polri akan hadir di tempat yang rawan terjadi tawuran. Diharapkan dengan adanya anggota Polri, tawuran dapat dicegah.

“Kalau ada simbol-simbol polisi diharapkan tawuran bisa dicegah,” ujar Iqbal di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (9/8).

Tawuran, merupakan pekerjaan rumah bersama semua pihak, Polri mengaku tidak akan mungkin mengatasi masalah yang sudah mengakar selama puluhan tahun ini.

“Sehingga kita perlu peran serta orang tua, guru, peran serta tokoh agama. Serta peran serta RT dan RW dan yang lain, juga peran serta media,” pungkasnya.

Menurut Iqbal, anak yang terlibat tawuran merupakan korban.
Maka diharapkan peran serta orang tua dalam menangkal, agar anak tidak terlibat tawuran.

“Mayoritas anak tawuran ini korban, korban ketidak pedulian lingkungannya, yang paling dekat adalah orang tua. Sehingga kita perlu memaksimalkan peran serta masyarakat,” jelasnya.

Lebih jauh Iqbal menuturkan, tawuran tidak dapat diberantas dengan hanya menangkap pelakunya. Perlu ada peran seluruh masyarakat dalam penanggulangannya.

“Sehinga peran masyarakat kita perlukan di hulunya, kita akan ademkan suhunya,” kata Iqbal. ( Dedy Mataheru )

Loading...

Baca Juga