oleh

Pemilu Dalam Pergulatan Oligarkhy Politik dan Oligarkhy Ekonomi

Pemilu Dalam Pergulatan Oligarkhy Politik dan Oligarkhy Ekonomi. Oleh: Prihandoyo Kuswanto

Rupanya hiruk pikuk dalam pemilu kali ini terjadi benturan yang sangat dasyat. Antara penyelenggara pemilu dengan rakyat ,sehingga rasa kepercayaan sudah hilang.

Bukan sekedar prasangka -prasangka kalau rakyat mengatakan pemilu Curang bahkan pemilu dijalankan dengan kecurangan yang Tersetruktur ,Sistemik ,dan Masif (TSM). Sebetul nya juga hak rakyat untuk menilai sebab sesungguh nya pemegang kedaulatan.ya rakyat.

Pemilu 2019 memang beda dengan 2014 ,sebab disamping dunia medsos dan muncul nya relawan yang mandiri tanpa dibayar bahkan membiyayai sendiri setiap pergerakan nya menjadikan para relawan ini militan ,kebersamaan dan merasa senasib dan sepenangungan ini yang membangun solidaritas sesama relawan apalagi muncul nya emak-emak yang sangat militan.

Keadaan bangsa ini mengalami pertarungan politik yang berlangsung semakin berhadap-hadapan apalagi KPU tidak dalam posisi Jurdil. Hal ini bisa kita lihat rekam jejak ketika persoalan DPT tak kunjung terselesaikan, pada hari H pencoblosan .

Fenomena distrust yang semakin meluas eskalasi nya bukan tanpa alasan menyebabkan ketidak percayaan semakin meruncing terhadap KPU. Fakta-fakta semakin terungkap ketika Situng KPU dan para komprador pembuat Quick count palsu tidak mampu menghadapi Guru besar dan para akhli IT. Situng KPU ditelanjani dan KPU tidak mampu menjelaskannya. Bahkan ruang sever yang musti nya terjaga dengan extra pengamanan mampu dibobol oleh anak SMP.

Blunder KPU semakin rumit ketika KPU justru menghindar dari Audit Forensik padahal UU no 17 2017 dasar dari di bentuknya. KPU harus memenuhi jurdil ,keterbukaan ,akuntable ,justru KPU bersembunyi pada area yang tidak jelas. KPU tidak mampu melihat tanda-tanda jaman .

Walau semua media televisi dikuasai oleh kelompok oligarkhy. Tetapi rakyat dengan medsos nya mampu mengimbangi dominasi media TV VS Media Sosial .

POST TRUTH

Para Oligarkhy lupa bawah negeri ini bedah dengan.Amerika atau Eropah ,kalau teori post trurth bisa dijalankan disana maka di negeri ini tidak mungkin bisa mulus dijalankan ,kebohongan tidak mungkin bisa diterima di negeri yang masih menjadikan Ke Tuhanan Yang Maha Esa sebagai dasar negara.

Baca Juga :  Ridwan Kamil Bukan Jawa Barat, Sebuah Opini Miftah H Yusufpati

Di Negeri ini masih banyak orang-orang jujur di kuil-kuil ,di Gereja, di Vihara, dan tentu saja Dimasjid -masjid yang selalu menjaga ajaran agama langit .ketidak jujuran dan ketidak adilan bagi politisi dan para komprador adalah sarapan pagi yang selalu dikunya -kunya lupa terhadap Amanat Penderitaan Rakyat .

KONSPIRASI ATAU BUKAN

Pagebluk dalam bahasa Jawa adalah mewabah nya penyakit yang membuat kematian secara masal ,ada virus apa yang menyebabkan 574 petugas KPPS meninggal dunia, kematian seakan beruntun tanpa mampu dijelaskan oleh KPU sementara KPU tidak punya otoritas untuk menjelaskan kematian seseorang.

Sikap KPU mengambil gampang nya dengan pongah mengatakan kematian akibat kelelahan dan ribuan orang masih terbaring di rumah sakit hal ini menimbulkan prasangkah yang semakin menjadi -jadi karena KPU menyederhanakan persoalan, yang kemudian pendapat KPU itu ditolak oleh sejumlah dokter, kalau memang tidak ada agenda tersembunyi mengapa KPU tidak menjadi motor untuk membentuk tim pencari fakta atas kematian anggota KPPS .?

Sementara itu, para penegak hukum hanya membantah dan atau menuduh balik, namun tak berinisiatif menyuruh melakukan otopsi untuk menangkal desas-desus yang bereredar dan cenderung dipercayai makin banyak anggota masyarakat.

KARENA PANIK MAKA REAKTIF

Menghadapi berbagai prasangka masyarakat, rupa nya penegak hukum tidak mampu menjelaskan persoalan secara seimbang dan berkeadilan ,sebagai pengayom masyarakat terlihat penegak hukum dan lingkaran kekuasaan pada posisi yang reaktif ,dan melakukan defensif yang tidak mendingikan suasana justru melakukan ancaman yang menakutkan buat masyarakat

Mereka cenderung apriori menangkis seluruh kritik dan kecaman terkait pemilihan umum dan pemilihan presiden dengan mengatakan sebagai upaya mendiskreditkan KPU danmelakukan.tuduhan mendelegitimasi KPU

Baca Juga :  Ratusan Ribu Umat Islam Hadiri Doa Bersama Untuk Bangsa di Silang Monas

Tuduhan makar pada isu people power adalah bentuk reaktif yang justru Isu people power dibalas dengan gertakan pengerahan pasukan berpeluru tajam dengan perintah tembak di tempat mereka lupa bawah kebebasan berserikat berkumpul dan mengeluarkan pendapat di jamin Kontitusi UUD 1945 pasal 28 E.sikap-sikap reaktif seperti itu hanya lazim dimiliki oleh penguasa otoriter, bukan pemerintahan yang katanya ingin menegakkan demokrasi.

PERTARUNGAN ATAS DASAR DEMOKRASI LIBERAL DAN ISU KHILAFAH

Sejak UUD 1945 diamandemen bangsa Indonesia telah membumihanguskan nilai -nilai ke Indonesi an ,nilai-nilai prinsip yang terkandung di dalam.Panca Sila ,Panca Sila tidak lagi menjadi dasar bernegara bahkan Panca Sila di jadikan post truth ,sebagai alat kebohongan setiap yang tidak sependapat dituduh anti Panca Sila ,kemudian agama diaduk aduk dengan menghadap -hadapkan Ideologi Khilafah dengan Ideologi Panca Sila semua ini post truth kebohongan untuk menakut-nakuti padahal Khilafah justru perna hidup di Nusantara jaman Ke Khalifahan Usmania ,masuk ke kerajaan dan kesultanan yang ada di Nusantara yang kemudian membangkitkan kesadaran umat Islam untuk melawan penjajahan.

Di Aceh ke Kahlifahan.Usmania membantu rakyat Aceh untuk melawan penjajahan Portugis dengan panglima perang nya Malahayati mampu melakukan perlawanan dilaut dengan mengusir kapal-kapal Portugis .
Di Jogyakarta bukti Kekhalifahan itu masih tersimpan rapi oleh sebab itu gelar Raja Jogyakarta salah satu nya Panotogomo .

AMANDEMEN UUD 1945 DAN BANGKIT NYA KAUM PRIBUMI.

Amandemen UUD 1945 sesunguhnya adalah grand desain yang dilakukan oleh oligarkhy. Sengitnya pertengkaran politik yang ada di seputar perebutan kursi kekuasaan eksekutif dan legislatif. Negara kita tidak lagi mampu mendeteksi akar masalah sesunguhnya yang terjadi. Dalam kehidupan politik dan kekuasaan. Perebutan kekuasaan yang terjadi adalah proses para komprador dengan oligakhy untuk mengambil keuntungan. Para pemodal bermain dan tidak ingin rezeki nya selama ini direbut oleh kaum pribumi yang punya kedaulatan .

Baca Juga :  Provokasi Ummat, Sejumlah Ormas Menolak Ijtima Ulama Ketiga

Rupanya kesadaran rakyat akan kedaulatan nya dan bangkit nya pribumi yang menuntut hak nya menjadi pertarungan kekuasaan. Semakin bertemali rumit dan penuh intrik untuk menciptakan suasana yang menakutkan.
Rakyat mulai menuntut keadilan sosial yang tentu saja akan menggusur oligarki ekonomi di tangan etnis minoritas Asing dan Aseng. Oligarki ekonomi di tangan etnis minoritas Tionghoa yang tentu saja kaum pribumi mulai bangkit. Bagaimana mungkin keadilan sosial di letakan pada 0,10% menguasai kekayaan Indonesia 80% dan 0,10% menguasai lahan seluas 74 % di negeri ini .

Oligarkhy ekonomi paling kuat adalah kelompok Sembilan Naga mereka bermain dibelakang layar dan menghalalkan segala cara untuk tujuan hegonomi kekuasaan ekonomi ,kebangkitan dan kesadaran kaum pribumi untuk menjadi tuan di negeri nya. sendiri tentu tidak gampang sebab politik belah bambu dan permainan pecah belah sedang berlangsung terutama pada umat Islam ,dan mereka tidak sadar akan sedang diadu dombah ,sayang sekali banyak Kiai kelaparan dan menghalalkan segala cara juga.

Apa yang akan terjadi 22 Mei 2019 adalah kebangkitan revolusi Indonesia yang membangun kesadaran baru. Bangsa ini butuh benturan yang maha dasyat untuk melakukan kesadarannya. Butuh semacam resolusi Meji ala bangsa Jepang untuk bisa menemukan jati dirinya. Dan sadar bangsa ini bangsa besar dan perna dalam sejarah nya mampu mengusir pasukan Tar -tar. Dan berani memotong telinga Pengki Utusan Kubilaikan yang saat itu menjadi adi kuasa di dunia.

Mengapa kita turunan Majapahit dan Sriwijaya menjadi bangsa kerdil ?

Saat nya kita kembali pada Panca Sila dan UUD 1945 yang disahkan 18 Agustus 1945. Dan diberlakukan kembali oleh Bung Karno dengan Dekrit Presiden 5Juli 1959 menjadi bangsa Indonesia yang berdaulat.

@prihandoyo kuswanto
pojok masjid al fajar.

Loading...

Baca Juga