oleh

Pengendara Motor di Trotoar Diamankan Resmob Polres Jakarta Pusat

DETIKPERISTIWA.ID – Gabungan Unit V Resmob, Unit 1 Krimum dan Unit IV Krimsus Sat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, Jumat (6/9/2019) telah mengamankan pengendara motor yang melewati trotoar di kawasan Menteng Jakarta Pusat yang viral di medsos.

Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Arie Ardian Rishadi mengatakan sampai saat ini pengendara motor itu masih diperiksa untuk dimintai keterangan.

“Karena kejadian tersebut, bapaknya menegur pengendara bermotor ini. Namun pengendara bermotor ini tidak terima dan mencoba memukul pelapor dan mengenai tangan dan handphone pelapor. Dan itu sempat viral. Dan sekarang pengendara kendaraan motor itu sudah kita amankan dan akan kita lakukan pemeriksaan,” jelas Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Arie kepada wartawan di Polres Metro Jakarta Pusat, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (9/9/2019).

Baca Juga :  Pil Ekstasi Kualitas Super Siap Edar Digagalkan Polres Jakbar

Arie mengungkapkan pengendara motor yang berinisial HGT ditangkap di kediamannya yang beralamat di Bekasi. Meski telah ditangkap, Wakapolres Jakarta Pusat memastikan pengendara motor itu masih berstatus sebagai saksi.

“Statusnya masih saksi, diamankan saja,” ujarnya.

Menurut Arie, penangkapan terhadap HGT dilakukan lantaran ada laporan yang masuk. HGT disangkakan dengan pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan.

“Pidananya itu yang dilaporkan. Barang bukti yang diamankan 1 buah motor Nopol B 3525 KSY. Jaket yang digunakan oleh telapor, 1 buah hp yang digunakan merekam oleh pelapor,” ujar Arie

“Selain itu, HGT juga dijerat dengan pasal 284 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan,” tandas dia.

Baca Juga :  Pribumi Bangkit: Agus Flores Harus Maju Selamatkan Pribumi Sulawesi Tengah

Pasal 284 itu diketahui berbunyi ‘setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor dengan tidak mengutamakan keselamatan pejalan kaki atau pesepeda sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (2) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp500.000,00 (lima ratus ribu
rupiah)’. (ERP)

Loading...

Baca Juga