oleh

Polisi Gadungan Yang Beroperasi di Menteng Itu Juru Parkir

DETIKPERISTIWA.ID -Dua polisi gadungan berinsial MJ dan MA yang memeras korbannya di Menteng, Jakarta Pusat, telah ditangkap. Profesi keduanya diketahui sebagai juru parkir.

“Iya, mereka juru parkir liar yang biasa beroperasi di Tugu Proklamasi,” kata Kanit Reskrim Polsek Metro Menteng, Kompol Gozali Luhulima, dalam memberikan keterangan pers di Polsek Metro Menteng, Jakarta, Selasa (25/6/2019).

Dari keterangan polisi gadungan ini, mereka mengaku baru sekali melakukan aksi tersebut. Meski begitu, polisi tetap akan berkoordinasi dengan Polsek di wilayah Jakarta Pusat untuk mendalami laporan lain dengan modus kejahatan serupa.

Kanit Gozali menjelaskan kalau yang namanya pelaku baru ketangkap biasanya mengaku baru sekali. Sekarang kita masih pendalaman. Kadang-kadang korban ada yang tidak buat laporan. Jadi kita tidak tahu jika pernah terjadi kejadian serupa,” ujarnya.

Baca Juga :  Jalan Raya Gubeng Ambles, Kapolda Jatim Minta Warga Tak Mendekat

Terkait jenis senjata air gun yang dibawa pelaku untuk menakut-nakuti korbannya, Gozali menyebut bahwa senjata itu didapat dari kerabat pelaku. Namun, kata Gozali, pelaku tak bisa membuktikan surat-surat senjata tersebut.

“Harusnya ada surat kepemilikan tapi mereka tidak punya surat-surat,” tuturnya

Insiden ini terjadi pada Sabtu (22/6/2018) di Jalan Latuharhari. Kedua pelaku mendatangi korban dan langsung meminta uang. Korban juga ditodong air gun.

Salah satu pelaku tersulut lantaran korban tak menuruti keinginannya. Akhirnya, pelaku itu memukul dahi korban dengan air gun hingga menyebabkan luka robek.

“Pelaku membawa korban dengan berboncengan tiga, menggunakan sepeda motor dengan alasan akan membawa korban ke kantor (polisi-red) dan para pelaku mengaku polisi karena membawa pistol,” jelas Gozali.

Baca Juga :  Tim Pemburu Preman Ciduk Empat Remaja Bawa Obat Jenis Extimer di Kalideres

Perbuatan keduanya lalu tepergok warga sekitar dan langsung dilaporkan ke polisi yang tengah berpatroli di sekitaran lokasi. Atas perbuatannya itu, kedua pelaku dijerat Pasal 368 KUHP tentang Pemerasan dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara,” tandasnya. (ERP)

Loading...

Baca Juga