oleh

Sering-Sering Sebut Khilafah, Nanti Dikabulkan Allah, Opni Asyari Usman

Sering-sering Sebut Khilafah, Nanti Dikabulkan Allah. Oleh: Asyari Usman, Wartawan Senior.

Para ulama mengatakan, kata-kata yang kita ucapkan adalah doa. Apalagi kalau itu diucapkan berulang-ulang. Akan semakin mendekati kualifikasi doa mustajab.

Karena itu, ada baiknya kita ingatkan para penguasa agar tidak mengumbar kata “khilafah” terlalu sering. Ia bakal menjadi doa. Kalau sudah berubah menjadi doa, itu artinya sangat mungkin terkabulkan.

Belakangan ini, para petinggi dan para pemegang kuasa selalu mengucapkan kata “khilafah” sambil membencinya. Termasuk Hendropriyono dan Menkopolhukam Wiranto. Pak Hendro pernah mengatakan bahwa kontestasi yang sedang berlangsung di pilpres 2019 saat ini adalah pertarungan ideologi Khilafah vs Pancasila.

Pak Wiranto berkali-kali menyebut khilafah. Tidak heran. Sebab beliau adalah Menko yang ditugasi mengurusi hal-ihwal keamanan. Beberapa hari lalu, Pak Wiranto bilang bahwa keruwetan pilpres 2019 diboncengi oleh khilafah. Sukar memahami maksud ‘diboncengi’ itu. Pak Wiranto seperti kehabisan cara untuk menghindari kejaran rakyat terhadap kecurangan TSM di pilpres.

Baca Juga :  Inflasi di bawah 4 Persen, Presiden Apresiasi Tim Pengendalian Inflasi

Selain Pak Hendro dan Pak Wiranto, banyak lagi petinggi, politisi, dan pemuka anti-Islam yang membuahbibirkan khilafah dalam komentar dan analisis mereka. Ada yang netral, tetapi lebih banyak yang membenci.

Padahal, para penganut ideologi khilafah sekarang ini sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Mana mungkin gerak-gerik mereka tak terpantau oleh BIN dan lembaga intelijen lainnya. Jadi, agak memprihatinkan sekali kalau khilafah masih saja dikambinghitamkan ketika saat ini berlangsung kecurangan terstruktur, sistematis dan masif (TSM) dalam proses penghitungan suara pilpres.

Entah mengapa khilafah masih dijadikan momok. Masih saja disebut-sebut sebagai faktor jahat. Faktor yang menyeramkan.

Kembali lagi, para ulama mengatakan kalau kita sering menyebut sesuatu maka itu akan menjadi doa. Bolak-balik mengucapkan khilafah, baik itu dalam konteks positif maupun negatif, boleh jadi akan dikabulkan Allah sebagai doa. Yaitu doa Pak Hendro, Pak Wiranto. Termasuk doa para penguasa, politisi, dan para pemuka yang anti-Islam. Sehingga berdirilah negara khilafah di Indonesia ini.

Jadi, hati-hatilah Anda semua. Tidak ada sulitnya bagi Allah untuk mengabulkan doa kalian semua yang sering-sering mengucapkan khilafah. Artinya, jika Anda tidak mau membuka peluang berdirinya negara khilafah, berhentilah menyebut kata yang sangat Anda benci itu.

Baca Juga :  Konon Berkampanye di Kereta Komuter

Kenapa berhenti? Karena doa Anda yang membenci itu akan memperkuat doa orang-orang yang menginginkan negara khilafah.

Loading...

Baca Juga