oleh

Konon Berkampanye di Kereta Komuter

Konon Berkampanye di Kereta Komuter, Catatan dari Seorang Member Komuter. Oleh: Muslim Arbi.

Kemarin sore Capres no 1 terlihat naik komuter ke Bogor katanya pulang kerja. Emang ramai sih. Tapi ramai itu penumpang pulang kerja. Bukan pendukungnya. Dimana-mana kedatangannya mendapat sorotan warga yang sepi. Kecuali di mobilisasi. Bahkan warga seperti kompak tunjukkan jemari angka 2 simbol capres no 2. Saya bertanya dalam hati?

Apakah ini salah satu cari memanfaatkan massa keramaian penumpang yang murah meriah tanpa mobilisasi massa? Karena tidak mungkin kan mobilisasi penumpang kereta yang pulang kerja sore hari dan pagi hari yang padat berjubel dan sesak, bukan?

Tapi apakah itu cara aman dan nyaman untuk tunjukkan ke dekatan dengan Rakyat?  Ataukah itu bisa menjadi ancaman keselamatan sang Capres? Janganlah paspamres bertindak nekad dengan membiarkan Capres no 1 seperti itu. Karena dia masih berstatus Presiden.

Baca Juga :  Upaya Membenturkan Prabowo Dengan Anies Baswedan

Memanfaatkan keramaian massa penumpang komuter line seperti itu juga tidak akan membantu dongkrak elektabilitas sang Capres. Kecuali Lembaga Survey (LS) yang kelihatan aneh-aneh itu.

Sejumlah aktifis anggap LS itu bayaran. Mengumumkan tinggi nya angka survei Capres no 1 yang terlihat sepi kemana-mana dari kerumunan massa. Kecuali massa mobilisasi itu.

Ada kawan yang tertawa terbahak-bahak baca angka Survei yang tinggi bagi Capres no 1 di tengah sepinya massa dukungan. Seraya bergumam. Itulah cara LS tipu-tipu Capres no satu biar dongkrak angka bayarannya. Saya pun ikut tertabahak. Hehehe.

Kelihatan lucu memang memanfaatkan kerumunan massa pulang kerja yang berjubel di Kereta Komuter line saat pulang kerja. Ide-ide seperti itu semakin lucu saja kelihatannya. Emang dekat sih dari Stasiun Bogor ke Istana Bogor. Tinggal jalan kaki ke Istana.

Pertanyaannya, apakah massa Penumpang Komuter masih pedulikan Sang Capres lagi karena mereka juga harus berjuang mencapai rumahnya masing-masing ditengah himpitan tekanan-tekanan soal kehidupan akibat kebijakan Penguasa yang sedang Capres lagi.

Baca Juga :  Hukum Era Jokowi, Represif terhadap Ulama dan Anti Islam?

Tapi yang jelas, massa penumpang Komuter line agak sedikit senyum dan terhibur dengan teater itu. Hehehe

Loading...

Baca Juga